Inilah 3 Pembagian Kelas IP Address dan Subnetting IP

Inilah 3 Pembagian Kelas IP Address dan Subnetting IP

IP Address adalah tidak pantas satu berasal dari macam-macam proses sistem yang berharga untuk menghubungkan sebuah sistem komputer bersama sistem sistem komputer. Ibaratnya, IP tackle adalah menangani “Properti” di sebuah sistem “metropolitan” atau bahkan bahkan di planet. Nah, ternyata, IP tackle tidak serta merta digunakan secara sembarangan. Jika menangani Properti, Anda masih mungkin mengidentifikasi sejumlah Akun wilayah atau bahkan Akun kursus yang identik walaupun dengan cara yang berbeda metropolitan. Sedangkan di secara mendalam sistem sistem komputer, Anda tidak pasti akan mengenal menangani yang setiap bit sebagai. Alasannya, jika setiap bit sebagai, akibatnya pasti akan berlangsung pertentangan di secara mendalam alat sistem sistem komputer karena ada host yang {memiliki} IP tackle yang setiap bit sebagai. Jika Anda tidak dana perwalian, berusaha Anda bawa metode cek IP tackle di sistem komputer Anda bersama sistem komputer tambahan yang terhubung di secara mendalam sistem yang setiap bit sebagai.

Setiap IP tackle haruslah dengan cara yang berbeda di tiap sistem. Sedangkan secara konsep, pengalamatan sistem komputer di secara mendalam sistem sistem komputer yang menggunakan IP versi 4 (IPv4) adalah 4.294.967.296 sistem komputer atau bahkan host di seluruh keseluruhan bola dunia. Jumlah tersebut didapat berasal dari 256 (didapatkan berasal dari 8 bit) dipangkat 4 (karena terdapat 4 oktet), sehingga didapat memperkirakan 255 x 255 x 255 x 255. Jumlah tersebut perlu dibahas langsung ke seluruh keseluruhan pelanggan sistem web di seluruh keseluruhan bola dunia. Jumlah tersebut tentu saja tidak mampu mengimbangi mengembangkan teknologi modern yang secara signifikan maju. Belum ditambah suburnya mengembangkan handphone yang terkoneksi bersama web dan sejumlah alat yang sebenarnya mengusung IoT (Internet of Things).

Meskipun instan ini sebenarnya diciptakan IP versi 6 (IPv6) yang perbatasan maksimalnya secara teoritis mungkin capai hingga 2128=3,4 x 1038, tetap saja kenyataannya kerangka web di bola dunia instan ini masih beberapa yang melaksanakan IP versi 4. Oleh karena miliknya sendiri, mau tidak mau, pengawas sistem perlu mengakali keterbatasan pengalamatan yang dimiliki melalui IPv4 tersebut.

Beberapa metode yang mungkin dilakukan untuk ditaklukkan keterbatasan tersebut adalah bersama pembagian kelas pelatihan IP Address berdasarkan jarak sistem dan subnetting. Hmmm apaan tuh?

Pembagian kelas pelatihan pada IP Address ditujukan untuk mempermudah pengalokasian Kegunaan IP Address di secara mendalam sistem sistem komputer, tepat untuk host atau bahkan sistem tertentu serta untuk keperluan tertentu. Sedangkan subnetting dimaksudkan untuk retak sejumlah bit berasal dari segmen host akhirnya menjadi bit peningkatan pada segmen community. Hal tersebut mungkin menambah community baru saja dan untuk mengefisienkan pengalokasian berdasarkan volume host yang terhubung langsung ke sistem tersebut. Kedua sifat ini biasanya diimplementasikan pada sebuah alat sistem sistem komputer.

Lalu, gimana sih pembagian kelas pelatihan IP Address dan subnetting miliknya sendiri? Kali ini, perusahaan kita pasti akan membahasnya secara total untuk Anda. Mari simak pembahasan dibawah ini.

A. Pembagian Kelas IP Address

IP Address terbagi akhirnya menjadi 2 segmen, yakni segmen community (internet ID) dan segmen host (host ID). Net ID berfungsi untuk id suatu community berasal dari community yang tambahan, sedangkan host ID berfungsi untuk id host secara mendalam suatu community. Jadi, seluruh keseluruhan host yang tersambung secara mendalam sistem yang setiap bit sebagai {memiliki} internet ID yang setiap bit sebagai. Sebagian berasal dari bit-bit pendahuluan pada IP Address merupakan community bit atau bahkan community quantity, sedangkan sisanya untuk host.

Lihat lebih banyak:  Fungsi Kabel HDMI

Pemisah diantara segmen community dan host tidaklah ditangani, bergantung kepada kelas pelatihan community. Nah, IP tackle dengan dirinya sendiri terbagi langsung ke secara mendalam 5 kelas pelatihan, yaitu kelas pelatihan A, kelas pelatihan B, kelas pelatihan C, kelas pelatihan D dan kelas pelatihan E. Perbedaan tiap kelas pelatihan adalah pada pengukuran dan volume hostnya. Penentuan kelas pelatihan ini dilakukan bersama metode berikut :

IP tackle kelas pelatihan A

Bit awalnya pada IP tackle kelas pelatihan A adalah “0”, bersama rentang internet ID 8 bit dan rentang host ID 24 bit. Jadi byte awalnya IP tackle kelas pelatihan A mempunyai vary berasal dari 0-127 secara mendalam bilangan desimal. Jadi, pada IP Address kelas pelatihan A terdapat 127 community bersama tiap networknya dapat menampung meliputi 16 ribu host. IP tackle kelas pelatihan A disediakan untuk sistem bersama volume host yang secara signifikan luas, misalnya pada sistem telekomunikasi di seluruh dunia. Bit di secara mendalam IP tackle kelas pelatihan ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Inilah 3 Pembagian Kelas IP Address dan Subnetting IP

n = bit community; h = bit host

IP Address kelas pelatihan B

Dua bit pada IP tackle kelas pelatihan B secara teratur diatur “10” sehingga byte pertamanya secara teratur bernilai diantara 128-191 secara mendalam bilangan desimal. Network ID adalah 16 bit awalnya dan 16 bit sisanya adalah host ID. Sehingga, jika ada sistem komputer yang mempunyai IP tackle 192.168.26.161, akibatnya community ID-nya = 192.168 dan host ID-nya = 26.161. Pada IP tackle kelas pelatihan B ini mempunyai vary IP berasal dari 128.0.xxx.xxx {sampai} 191.155.xxx.xxx, yang jika ditotal pasti akan {memiliki} volume netowrk 65.255 bersama volume host tiap community yaitu 255 x 255 host atau bahkan meliputi 65 banyak ribu host. Bit di secara mendalam IP tackle kelas pelatihan ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Contoh IP Address Kelas B dan Cara Subnettingnya

n = bit community; h = bit host

IP Address kelas pelatihan C

IP tackle kelas pelatihan C umumnya digunakan untuk sistem berukuran sedikit seperti LAN (Local Area Network). Tiga bit awalnya pada IP tackle kelas pelatihan C secara teratur diatur “111”. Network ID-nya berbaikan berasal dari 24 bit dan host ID-nya berbaikan berasal dari 8 bit. Sehingga, class ini dapat make up meliputi 2 ribu community bersama secara khusus community {memiliki} 256 host. Bit di secara mendalam IP tackle kelas pelatihan ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Contoh IP Address Kelas C dan Cara Subnettingnya

n = bit community; h = bit host

IP tackle kelas pelatihan D

IP Address kelas pelatihan D digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit awalnya pada IP tackle kelas pelatihan D secara teratur diatur “1110”, sehingga byte pertamanya berkisar diantara 224-247 secara mendalam bilangan desimal. Sedangkan bit-bit selain itu diatur perlu bersama keperluan multicast group yang menggunakan IP tackle ini. Dalam multicasting, tidak mengerti frase community ID dan host ID.

IP tackle kelas pelatihan E

IP tackle kelas pelatihan E faktanya tidak diperuntukkan untuk keperluan dasar. 4 bit awalnya pada IP tackle kelas pelatihan ini secara teratur diatur “1111”, sehingga byte pertamanya berkisar diantara 248-255 secara mendalam bilangan desimal.

Lihat lebih banyak:  9 Perbedaan Web dengan Blog

Sebagai peningkatan, secara mendalam IP tackle mengerti selanjutnya frase Network Prefix, yang digunakan untuk IP tackle yang menunjukkan segmen community. Penulisan community prefix ditunjukkan bersama indikasi slash “/” yang diikuti angka yang menunjukkan rentang community prefix ini secara mendalam bit. Misalnya, untuk menunjukkan satu community kelas pelatihan B 192.168.xxx.xxx digunakan penulisan 192.168/16. Nah, angka 16 ini merupakan rentang bit untuk community prefix kelas pelatihan B.

B. Aturan Dasar Pemilihan community ID dan host ID

Ternyata, secara mendalam menentukan community ID dan host ID di secara mendalam IP Address tidak mampu sembarangan, segala jenis syaratnya? Sebagai proses sistem yang {memiliki} persyaratan, kita perlu sesuai dengan persyaratan yang diterapkan melalui proses tersebut. Berikut adalah aturan-aturan umum secara mendalam menentukan community ID dan host ID:

  • Network ID tidak boleh setiap bit sebagai bersama 127
  • Network ID 127 secara default digunakan sebagai menangani loopback yakni IP tackle yang digunakan melalui suatu sistem komputer untuk menunjuk diri mereka sendiri.
  • Network ID dan host ID tidak boleh setiap bit sebagai bersama 255 Network ID atau bahkan host ID 255 pasti akan diartikan sebagai menangani broadcast. ID ini merupakan menangani yang contoh seluruh keseluruhan sistem.
  • Network ID dan host ID tidak boleh setiap bit sebagai bersama 0
  • IP tackle bersama host ID 0 diartikan sebagai menangani community. Alamat community digunakan untuk menunjuk suatu jaringn agak suatu host. Host ID perlu berbeda secara mendalam suatu community. Dalam suatu community tidak boleh ada sepasang host yang {memiliki} host ID yang setiap bit sebagai.

C. Subnetting

Untuk  efektivitas IP Address, ditaklukkan perhatian topologi community dan perusahaan, pengawas sistem umumnya jalankan subnetting. Tujuan berasal dari subnetting adalah untuk “memindahkan” pemisah diantara segmen community ID dan host ID berasal dari suatu IP Address. Beberapa bit berasal dari segmen host dialokasikan akhirnya menjadi bit peningkatan pada segmen community. IP tackle satu community bergantung kepada kerangka bakunya dipecah akhirnya menjadi sejumlah subnetwork. Cara ini dapat menciptakan sejumlah community peningkatan, tetapi mengurangi volume optimal host yang ada secara mendalam tiap community tersebut.

Subnetting selanjutnya bertujuan untuk ditaklukkan variasi {hardware} dan media secara harfiah yang digunakan secara mendalam suatu community. Router IP dapat termasuk beberapa community bersama media secara harfiah yang dengan cara yang berbeda eksklusif jika setiap community tersebut {memiliki} tackle community yang berbeda. Selain miliknya sendiri, bersama subnetting, Administrator Jaringan dapat menentukan mendirikan host tackle seluruh keseluruhan segmen berasal dari suatu organisasi luas kepada setiap segmen, untuk memudahkan secara mendalam mendirikan secara umum community yang ada.

Suatu subnet didefinisikan bersama mengaplikasikan masking bit (subnet masks ) kepada IP Address. Struktur subnet masks setiap bit sebagai bersama kerangka IP Address, yaitu berbaikan berasal dari 32 bit yang dibagi terkemuka 4 bagian. Bit-bit berasal dari IP Address yang di-masking (ditutupi) melalui bit-bit subnet masks yang pastinya dan bersesuaian pasti akan diinterpretasikan sebagai community bit. Bit 1 pada subnet masks cara mengaktifkan masking ( on ), sedangkan bit 0 tidak pastinya ( off ). Sebagai kasus, perusahaan kita menawarkan satu IP Address kelas pelatihan A bersama jumlah 44.132.1.20. Ilustrasinya dapat dilihat pada grafis berikut:

Lihat lebih banyak:  Yuk Pelajari 3 Fungsi Bahasa Pemrograman ini Sebelum Belajar Programming

1626915467 258 Inilah 3 Pembagian Kelas IP Address dan Subnetting IPDari kebijakan baku, segmen community berasal dari IP Address ini adalah 44 dan segmen host adalah 132.1.20. Network tersebut dapat menampung optimal lebih berasal dari 16 ribu host yang terhubung segera. Misalkan pada tackle ini pasti akan pasti akan diaplikasikan subnet masks sebanyak 16 bit 255.255.0.0 (Biner = 11111111.11111111.00000000. 00000000 ). Perhatikan bahwa pada 16 bit awalnya berasal dari subnet masks tersebut bernilai 1, sedangkan 16 bit berikutnya 0. Dengan demikian, 16 bit awalnya berasal dari suatu IP Address yang dikenakan subnet masks tersebut pasti akan dianggap sebagai community bit. Bagian community pasti akan berubah akhirnya menjadi 44.132 dan segmen host akhirnya menjadi 1.20. Kapasitas optimal host yang segera terhubung pada community tersebut berubah akhirnya menjadi meliputi 65 banyak ribu host.

Subnet masks di terkemuka pasti akan sama persis bersama kebijakan baku IP Address kelas pelatihan B. Dengan melaksanakan subnet masks tersebut pada satu community IP Address kelas pelatihan A, community tersebut terbagi ekstra akhirnya menjadi 256 community baru saja bersama kemampuan secara khusus subnet sama community kelas pelatihan B. Penerapan subnet yang lebih kendali jarak jauh seperti 255.255.255.0 ( 24 bit ) pada kelas pelatihan A pasti akan buat volume community yang lebih luas bersama kemampuan secara khusus subnet yang kurang. Network IP Address kelas pelatihan C selanjutnya dapat dibagi-bagi ekstra akhirnya menjadi sejumlah subnet bersama mengaplikasikan subnet masks yang lebih ketinggian, misalnya seperti untuk 25 bit (255.255.255.128), 26 bit (255.255.255.192), 27 bit ( 255.255.255.224) dan seterusnya.

Subnetting dilakukan pada instan konfigurasi interface. Penerapan subnet masks pada IP Address pasti akan membuat 2 produk buah tackle baru saja, yakni Network Address dan Broadcast Address. Network tackle diartikan bersama metode koordinat seluruh keseluruhan bit host bernilai 0, sedangkan broadcast tackle bersama koordinat seluruh keseluruhan bit host bernilai 1. Network tackle atau bahkan menangani community adalaha menangani yang berharga pada info routing. Dengan menangani ini, suatu host tidak dibutuhkan mengetahui tackle seluruh keseluruhan host yang ada pada community yang tambahan. Informasi yang dibutuhkannya hanyalah community tackle yang pasti akan dihubungi serta gateway untuk capai community tersebut.

Pembagian kelas pelatihan IP tackle dan subnetting dilakukan di sepasang daerah yang dengan cara yang berbeda. Subnetting eksklusif dilakukan pada sistem sistem komputer daerah atau bahkan LAN. Untuk community di eksternal sistem daerah, jumlah community yang dikenali ditangani jumlah community baku bergantung kepada pembagian kelas pelatihan IP Address. Jika sebenarnya berurusan bersama sistem di eksternal daerah, artinya sifat tersebut sebenarnya akhirnya menjadi tanggung jawab routing yang dilakukan melalui router. Jenis-jenis routing yang dilakukan pun mengandalkan berasal dari konfigurasi yang diatur melalui pengawas.

Sekian artikel pendek perusahaan kita kali ini seputar pembagian kelas pelatihan ip tackle dan subnetting. Semoga artikel pendek ini dapat menambah keahlian Anda seputar networking.

Anda sederhana menonton: Inilah 3 Pembagian Kelas IP Address dan Subnetting IP

Sumber: https://taylorswift10years.com

Kategori: Teknologi

Leave a Reply

Your email address will not be published.