Material, Formal, Konsep dan Aspek

Material Formal Konsep dan Aspek

Objek-Studi-Geografi

Kosong Mencapai Ilmu Geografi

“Geografi” berasal berasal dari bahasa asing Klasik, sumber frase ”geo” berniat ”planet” dan ”graphein” yang berniat ”representasi” atau bahkan ”artikel. Bergantung kepada sudut pandang yang dikemukakan Eratosthenes, ”geographika” berniat ”artikel mengkhawatirkan planet” (Sumaatmadja, 1988: 31). Persepsi ”planet” berat geografi tersebut, tidak utama berkenaan melalui sebenarnya alamiah planet saja, melainkan sama tetangga segala indikator dan prosesnya, paling efektif miliknya sendiri indikator dan metode alamnya, maupun indikator dan metode kehidupannya. Untuk alasan ini berat menghormati indikator dan metode keberadaan, maju dalamnya menggabungkan keberadaan tumbuh-tumbuhan, monster, dan dunia sebagai penghuni planet tersebut.  Untuk alasan ini, kalau begitu apa sudut pandang geografi yang lebih menyeluruh? Ternyata berasal dari berbagai berpengetahuan geografi, dapat dikemukakan sebagai berikut:


Bergantung kepada Richoffen (Hartshorne, 1960: 173) siapa “Geography is the study of the eart surface according to its differences, or the study of different areas of the earth surface…, in term of keseluruhan characteristics”. Bagi Richoffen siapa pasar kajian geografi tidak utama mengumpulkan bahan-bahan yang selanjutnya disusun secara sistematik, tetapi perlu dilakukan penghubungan bahan- senyawa tersebut untuk dikaji faktor berasal dari fenomena-fenomena maju muncul planet yang penawaran titik individu barang-barang daerah. Faktor kosong mencapai geografi tidak sekedar sebenarnya, melainkan sama menggabungkan indikator dunia dan komunitas ekologis berbagai lainnya.


Begitu sama bergantung kepada Vidal de la Blache (1845¬1919) berasal dari Prancis yang diakui sebagai “Bapak Geografi Budaya Kosmopolitan”, mengemukakan siapa “geography is the science of places, concerned with qualities and potentialities of contries”(Hartshorne, 1960: 13). Nanti Karl Ritter misalnya mengungkapkan siapa “geography to study the earth as the dwelling-place of man”.


Secara mendalam sudut pandang “the dwelling-place of man” tersebut siapa planet tidak utama dibatasi kepada koin muncul planet yang dihuni dunia saja, melainkan sama wilayah-wilayah yang tidak dihuni dunia sejauh daerah miliknya sendiri signifikan artinya bagi keberadaan dunia. Oleh karena itu daerah statistik geografi tetangga semua sensasi yang terdapat maju muncul planet, paling efektif karakter organiknya maupun karakter anorganiknya berat interelasi dan interaksinya berat kosong (spatial relationship), maju mana apapun miliknya sendiri dikaji.


Untuk alasan ini bergantung kepada Richard Hartshorne (1960: 47): “geography is that discipline that seeks to describe and interpret the variable character from place to place of earth as the world of mad”. Karena fakta bahwa ilmu geografi tersebut secara signifikan substansial dapat dianalogikan sebagai perpaduan berasal dari variasi teknik ilmu (ketat, terapan, eksak, non eksak), karakter, budaya), untuk alasan ini geografi berulang-ulang seharusnya sebagai “mama” atau bahkan “induk” ilmu pengetahua. Pilih halnya dikemukakan melalui Preston E. James (1959: 11): “Geography has sometimes been called the mother of sciences, since many fields of learning that started with observations of the actual face of earth turned to the study of specific processes whereever they might be located”


Sekarang aset tentu pendapat miliknya sendiri didasarkan optimal faktor yang ganas ataupun sebagai alternatif didasarkan faktor yang buatan. Faktor pasar geografi yang substansial tersebut mengelilingi berbagai aspek-aspek alamiah yang sifatnya eksak, selanjutnya bidang-bidang budaya yang non-eksak. Selain itu faktor James penawaran sebutan sebagai “induk ilmu pengalaman” kepada Geografi, sebagai alternatif utama didasarkan optimal relita siapa pemantauan dan pengkajian ilmu pengalaman sesama diambil berasal dari bagian-bagaian maju muncul planet, melainkan didasarkan siapa mengembangkan geografi ini telah begitu berumur, sejalan melalui logika bijaksana mengkhawatirkan terjadinya karakter semesta melalui kehidupannya, awal berasal dari usia Herodotus pada dekade 480-430 sebelumnya masehi.


Intrelasi dan kombinasi keruangan indikator maju muncul planet berasal dari suatu daerah langsung ke daerah sesama secara konsisten mengungkapkan {perbedaan}. Lihat sebagai ini dapat kita kaji dirimu sendiri siapa ciri-ciri biasanya suatu daerah dapat memisahkan pribadi berasal dari daerah berbagai lainnya. Ciri biasanya yang merupakan mencari interelasi, keterlibatan dan kombinasi unsur-unsur daerah yang bersangkutan, merupakan obyek statistik gegrafi yang penting (Sumaatmadja, 1988: 33). Oleh karena itu kosong mencapai teknik geografi tanpa ragu secara signifikan substansial dan mendasar, kebaikan yang dikatakan Murphey (1966: 5), mengelilingi “faktor alamiah” dan “faktor insaniah”, yang selanjutnya aspek-aspek tersebut dituangkan berat suatu kosong berdasarkan prinsip-prinsip penyebaran, dan kronologinya.


Tambahan konsep relasi ini diterapkan untuk ulasan hubungan persahabatan diantara orang dunia melalui karakter lingkungannya, yang dapat menunjukkan {perbedaan} arealnya serta persebaran berat kosong. Di beberapa titik konsep relasi, penyebaran, dan kronologinya pada kajian geografi ini dapat menunjukkan khusus suatu daerah yang dengan cara yang berbeda melalui daerah berbagai lainnya. Oleh karena itu terungkaplah adanya region-region yang dengan cara yang berbeda diantara region satu melalui berbagai lainnya.


Nyaman dapat dikemukakan siapa cakupan dan peranan geografi miliknya sendiri setidaknya terdiri dari 4 menghormati, kebaikan yang dikemukakan berasal dari mencari studi penelitian UNESCO (1965: 12-35), maupun Lounsbury (1975: 1-6), sebagai berikut:

  • Tangan, geografi sebagai suatu sintesis. Artinya pembahasan geografi miliknya sendiri pada hakikatnya dapat solusi substansi pertanyaan-pertanyaan mengkhawatirkan; “what, where, when, why, dan how”. Protokol statistik semacam miliknya sendiri pada hakikatnya adalah suatu sintesis, mengingat yang akhirnya menjadi pokok penelaahan mengelilingi: apanya yang pasti akan ditelaah, maju mana adanya, mengapa demikian, bilamana terjadinya, serta persis bagaimana melaksanakannya ?

  • Tambahan, geografi sebagai suatu penelaahan indikator dan relasi keruangan. Secara mendalam menghormati ini geografi berperan sebagai pemotong penyelidikan terhadap fenomena- sensasi paling efektif alamiah maupun insaniah. Selain itu berat geografi sama berperan sebagai suatu kajian yang menelaah mengkhawatirkan relasi, keterlibatan, bahkan interdependisinya satu faktor spesifik melalui berbagai lainnya .


  • 3, geografi sebagai teknik tataguna lahan. Terdaftar di sini jangka waktu beratnya pada faktor pemanfaatan atau bahkan pendayagunaan kosong geografi yang perlu makin didorong. Faktor, pengembangan pemilik rumah yang begitu pesat orang tua ini, mengajukan klaim terhadap renovasi sarana yang menunjangnya paling efektif menyangkut premium maupun kuantitasnya. Perluasan sarana tersebut, kebaikan tandai pemukiman, jalan bebas hambatan, rumah sipil, tandai rekreasi, dan sebagainya, apapun panggilan untuk persiapan yang lebih cermat dan matang.


  • Satu perempat, geografi sebagai pasar ilmu studi penelitian. Lihat sebagai ini seharusnya agar sepasang menghormati mungkin tercapai, yaitu: kesatu; meningkat pelaksanaan studi penelitian profesional tujuan teknik geogafi miliknya sendiri dirimu sendiri yang kuat berkomunikasi melalui peraturan konstruksi ilmu yang makin pesat. Untuk alasan ini berat tataran ini signifikan dikembangkan lebih kendali jarak jauh mengkhawatirkan infrastruktur ilmu (menyangkut kebenaran yang jujur, tata letak, generalisasi, dan sudut pandang) berasal dari ilmu yang bersangkutan. Tambahan, meningkat studi penelitian realistis untuk kepentingan keberadaan berat meningkat kesejahteraan umat dunia secara keseluruhan (Sumaatmadja, 1988: 41).

Lihat lebih banyak:  Pengertian Hormon Adalah : Fungsi, Jenis, Contoh, Reproduksi

Berasal dari tinjauan analis geografi zaman modern, siapa geografi mudah ‘geografi’ merupakan teknik informatif yang secara substansial berkenaan melalui penguraian dan pegang optimal perbedaan-perbedaan kewilayahan berat partisi fasilitas maju muncul planet. Fokusnya adalah titik dan saling keterkaitan diantara 3 tata letak — komunitas ekologis, tata kosong, dan tandai (Johnston, 2000: 403). Nanti berat perkembangannya sampai di sini berbagai sub-bidang yang unik, kebaikan; geografi sebenarnya, geografi dunia (budaya), dan geografi regional.


Geografi sebenarnya dan budaya terdiri dari cabang-cabang yang sistematis, bergerak berasal dari titik deskriptif judul kritis melalui ideologi positivisme yang kekecewaan proses penyaringan teori untuk merumuskan hukum-hukum dan derivasi sudut pandang kian populer. Untuk kajian geografi sebenarnya dan dunia ini pasti akan diuaraikan pada pembahasan selain itu. Sedangkan untuk geografi regional yang mempelajari sifat-sifat terutama secara khusus kawasan — yang didefinisikan sebagai daerah muncul planet, yang terbatas melalui spesifikasi spesifik — yang secara metodologis adalah lemah.


Geografi sebagai teknik profesional yang praktis secara konsisten ditemukan pada tiap perguruan tinggi dan perguruan tinggi, waktu ilmu ini secara formal oleh karena itu lebih berasal dari satu abad. Sosok akademiknya untuk tangan kalinya dibentuk maju Jerman yang secara meningkat langsung ke negara-negara sesama, dan seharusnya mengadakan ikhtisar informasi yang relevan yang tertata tentang tempat-tempat, yang merupakan menghormati signifikan dan berulang-ulang digunakan melalui pemerintah federal kolonial ketika insiden konfrontasi (Taylor, 1985). Selain itu georafi sama diperkenalkan sebagai mata kelas signifikan berat manusia belajar formal maju variasi bangsa, melalui berniat untuk meningkat bimbingan dan pengenalan manusia serta sebagai landasan psikis bimbingan {nasional} (Johnston, 2000: 403).


Baca Artikel pendek Yang Kemungkinan besar Menghubung : Persepsi Geografi Budaya dan Bergantung kepada Para Terampil


Konsep Geografi

Secara mendalam geografi dikenali beberapa tata letak esensial sebagai berikut. Bergantung kepada Pertemuan Lokakarya yang disepakati ditemukan 10 tata letak, yaitu :

  1. Konsep Tengah
    Tengah atau bahkan letak merupakan tata letak hanya yang mencirikan geografi. Konsep fasilitas ditemukan 2 yaitu Absolut dan Orang yang dicintai. Konsep fasilitas dibedakan akhirnya menjadi sepasang yaitu :

    a. Tengah absolut menunjukan letak yang ditangani terhadap system grid (kisi- kisi) atau bahkan bekerja sama. Untuk kesabaran fasilitas absolute dimuka planet dipakai program koordinasi koleksi lintang dan koleksi bujur yang biasanya seharusnya Letak Astronomis. Letak absolut bersifat ditangani, tidak berubah, bahkan dengan Kondisi kesehatan tandai yang bersangkutan disekitarnya dapat berubah. Berdiri untuk : letak astronomis Indonesia berada pada 95° BT – 141° BT dan 6° LU – 11° LS.


    b. Tengah relief fasilitas relief terkemuka seharusnya melalui Letak Geografis. Artinya fasilitas ini variabel tentang kondisi sekitarnya. Misalnya : tandai yang mempuyai kebenaran yang jujur 2° LS dan 134° BT yang sebenarnya berupa tandai maju hutan hujan lokal gunung pulau kecil Irian, tandai miliknya sendiri kemungkinan besar tidak signifikan artinya, tetap saja pada kadang apabila maju fasilitas miliknya sendiri diusahakan sebagai tambang minyak planet untuk alasan ini tandai miliknya sendiri mempuyai signifikansi yang secara signifikan signifikan.


  2. Konsep Jangkauan
    Dinyatakan berat alat geometrik dan alat titik (kedekatan tempuh)


  3. Konsep Keterjangkauan
    Menenangkan atau bahkan sulitnya suatu fasilitas dijangkau. Pertimbangan-faktor yang berpengaruh pada: fasilitas, kedekatan dan Kondisi kesehatan setempat.


  4. Konsep Gaya
    Kaitan diantara tren indikator karakter melalui keberadaan


  5. Konsep Geomorfologi
    Geografi secara konsisten membicarakan tentang jenis muncul planet


  6. Konsep Aglomerasi
    Aglomerasi adalah kemungkinan persebaran yang bersifat mengelompok pada suatu daerah yang orang yang dicintai ramping melalui aktifitas dunia. Misalnya pengelompokkan permukiman daeerah kumuh (slum), muncul lokal terbaik dan pengelompokkan bengkel bisnis.


  7. Konsep Variasi Yurisdiksi atau bahkan Differensiasi areal
    Satu daerah melalui daerah,terwujud mencari kombinasi berbagi unsur atau bahkan sensasi komunitas ekologis paling efektif bersifat karakter maupun keberadaan. Asimilasi sensasi menjadikan suatu tandai atau bahkan daerah mempuyai corak terisolasi sebagai region yang dengan cara yang berbeda berasal dari tandai atau bahkan daerah sesama.


  8. Konsep Signifikansi Relevansi
    Signifikansi nilai bersifat orang yang dicintai, berkomunikasi kepercayaan dunia.


  9. Konsep Pertunangan
    Pertunangan adalah terjadinya hubungan persahabatan yang saling berpengaruh pada diantara sesuatu atau bahkan tandai yang satu melalui yang berbagai lainnya. Keduanya tandai memperluas kemampuan ikhtisar dan peraturan yang tidak secara konsisten sama seperti melalui yang ditemukan maju tandai sesama. Interdependensi miliknya sendiri dirimu sendiri merupakan resepsi yang tidak sampai tersendiri keterkaitannya melalui keterlibatan. Mengingat interdenpendensi mempuyai signifikansi saling mengandalkan. Untuk alasan ini, titik keterlibatan mungkin insiden mengingat adanya saling integritas berat beberapa menghormati.


  10. Konsep Keterkaitan melalui keruangan
    Keterkaitan diantara suatu sensasi melalui sensasi yang sesama.

Lihat lebih banyak:  Pengaruh Perdagangan Internasional: Kebijakan Beserta Dampak

Baca Artikel pendek Yang Kemungkinan besar Menghubung : Program Detail Geografis


Geografi berat sensasi Muncul planet

Geografi berat mengkaji suatu sensasi ditemukan maju muncul planet ambil 3 ideologi sebagai berikut :


  • Teori keruangan
    Teori keruangan merupakan suatu berarti pandang atau bahkan infrastruktur penyelidikan yang kekecewaan eksistensi kosong sebagai fokus. Eksistensi kosong berat lihat geografi dapat dipandang berasal dari infrastruktur (spatial structure), tren (spatial pattern), dan metode (spatial processess) (Yunus, 1997).


  • Teori kelingkungan
    Secara mendalam ideologi ini penekanannya sebagai alternatif banyak lagi pada eksistensi kosong, tetap saja pada keterkaitan diantara sensasi geosfera spesifik melalui varaibel komunitas ekologis yang ditemukan


  • Teori kewilayahan
    merupakan kombo diantara ideologi yang tangan dan ideologi yang sekunder. Melalui mengingat sorotan wilayahnya sebagai obyek bersifat multivariate, untuk alasan ini kajian bersifat horisontal dan vertikal.


Baca Artikel pendek Yang Kemungkinan besar Menghubung : Persepsi Pedologi Bergantung kepada Terampil Geografi


Sesuatu Statistik Geografi

Objek-Studi-Geografi

Pada hampir Planet kita huni ini merupakan sesuatu kajian geografi. Secara mendalam sesuatu kajian tersebut dapat dibagi akhirnya menjadi sesuatu material dan sesuatu formal. Untuk lebih jelasnya berasal dari masing sesuatu tersebut simak ulasannya di bawah ini.


Sesuatu material ini tetangga letak dan indikator atau bahkan sensasi yang terdapat dan insiden maju geosfer. Untuk letak geografi ini dibedakan akhirnya menjadi letak fisiografi dan letak sosiografi. Berdiri untuk letak geografi ialah letak astronomis, maritime, klimatologi dan letak geomorfologi, bekerja dengan letak sosiografi ialah letak budaya, situasi ekonomi, politik nasional dan letak etnis.


Sesuatu material tentang bentang lahan sebenarnya dan bentang lahan dunia ( masyarakat ). Bentang lahan sebenarnya atau bahkan komunitas ekologis karakter tetangga atmosfer ( meteorologi dan klimatologi ), litosfer ( geologi, geomorfologi dan pedologi ), hidrosfer ( oseanografi dan hidrologi ), serta biosfer ( botani dan zoologi ). Bentang lahan masyarakat atau bahkan komunitas ekologis dunia tetangga geografi budaya, geografi pemilik rumah, geografi intern, geografi situasi ekonomi dan lain-lain.


Sesuatu material geografi adalah materi pelajaran atau bahkan isian kajian geografi. Sesuatu material yang biasanya dan substansial adalah geosfer (tingkat planet), yang tetangga:

  1.  Litosfer (tingkat brutal), merupakan tingkat eksternal berasal dari planet kita. Tingkat ini seharusnya kerak planet berat ilmu geologi.
  2. Atmosfer (tingkat oksigen), secara substansial adalah tingkat atmosfer dasar yang diakui sebagai troposfer.
  3. Hidrosfer (tingkat air), paling efektif yang berupa laut, kolam, jalan air dan air fasilitas.
  4. Biosfer (tingkat tandai tinggal), yang berbaikan optimal anjing, tumbuhan, dan dunia sebagai suatu domestik sebagai alternatif sebagai karakter.
  5. Pedosfer (tingkat fasilitas), merupakan tingkat batuan yang telah bertahan pelapukan, paling efektif pelapukan sebenarnya, semua alami, maupun make up kimia.

Untuk alasan ini secara terkenal sesuatu material geografi tetangga gejala-gejala yang terdapat dan insiden maju muka planet, kebaikan faktor batuan, fasilitas, gempa bumi planet, iklim, lingkungan, menaikkan {api}, oksigen, air serta flora dan fauna yang ditautkan melalui keberadaan dunia.


Secara mendalam sesuatu ini merupakan berarti pandang dan berarti piker terhadap sesuatu material berasal dari sudut pandang geografi, berarti pandang dan berarti piker terhadap sesuatu material diidentifikasi berasal dari bagian keruangan, kelingkungan dan konpleks daerah, serta titik.

  1. Sudut pandang Pandang Keruangan
    Secara mendalam sudut pandang ini bertahan kepercayaan keruangan, sesuatu formal ditinjau berasal dari bagian relevansi suatu tandai berasal dari variasi kepentingan. Berasal dari menghormati ini kita dapat mempelajari mengkhawatirkan letak, kedekatan, keterjangkauan ( akses ) dan sebagainya.

  2. Sudut pandang Pandang Kelingkungan
    Kesan ini diterapkan melalui berarti mempelajari suatu tandai berat kaitannya melalui kondisi suatu tandai beserta komponen-komponen maju dalamnya berat satu keseragaman daerah. Zat-komponen tersebut berbaikan optimal bagian abiotik dan biotik.


  3. Sudut pandang Pandang Kewilayahan
    Pada kepercayaan ini, sesuatu formal dipelajari korelasi dan perbedaannya antar daerah serta daerah melalui ciri-ciri reguler. Berasal dari kepercayaan ini selanjutnya sampai di sini pewilayahan kebaikan kawasan meninggalkan, yaitu daerah-daerah yang terdiri dari ciri-ciri relevan berat bagian atmosfer.


  4. Sudut pandang Pandang Zaman
    Sesuatu formal dipelajari berasal dari bagian mengembangkan berasal dari periode langsung ke periode titik atau bahkan mengembangkan dan beralih berkala. Berdiri untuk : mengembangkan daerah berasal dari dekade langsung ke dekade dan Kondisi kesehatan koleksi depan pantai berkala.


Sesuatu formal adalah kepercayaan dan berarti menganggap terhadap suatu indikator maju muka planet, paling efektif yang sifatnya sebenarnya maupun budaya yang diidentifikasi berasal dari kepercayaan keruangan (spasial). Secara mendalam geografi secara konsisten ditanyakan tentang maju  mana indikator miliknya sendiri insiden, dan mengapa indikator miliknya sendiri insiden maju tandai tersebut.


Terdaftar di sini ilmu geografi seharusnya kompeten solusi variasi penyelidikan sebagai berikut.

  •  Apa (what), tentang infrastruktur, tren, bagian dan metode indikator atau bahkan kecelakaan maju muncul planet.
  • Maju mana (where), tentang tandai atau bahkan letak suatu sesuatu geografi maju muncul planet.
  • Berapa (how much/many), tentang hal-hal yang mengungkapkan pengukuran (kedekatan, substansial, isian, dan titik) suatu sesuatu geografi berat jenis angka-angka.
  • Mengapa (why), tentang rangkaian titik dan tandai, rekam, atau bahkan keterlibatan dan interdependensi suatu indikator, resepsi, dan inspirasi dunia.
  • Persis bagaimana (how), tentang penjabaran suatu tren, bagian, dan metode indikator dan resepsi.
  • Segera setelah (when), tentang titik kecelakaan yang mengembangkan,  titik yang lampau, sebenarnya, maupun yang pasti akan kejadian.
  • Bahwa (who), tentang mengekspos atau bahkan pelanggar hukum berasal dari suatu kecelakaan atau bahkan resepsi.
Lihat lebih banyak:  Tipe, Adverse Selection, Moral Hazard, Para Ahli

Baca Artikel pendek Yang Kemungkinan besar Menghubung : “Letak Geografis Indonesia” Arti & ( Dampak – Akibat )


Macam Aspek Geografi

a. Aspek Geografi Sebenarnya

Geografi sebenarnya adalah divisi berasal dari ilmu geografi yang mempelajari indikator sebenarnya berasal dari muncul planet yang tetangga fasilitas, air, dan oksigen melalui segala prosesnya. Selain itu, geografi sebenarnya sama mengkaji gejala-gejala alamiah muncul planet yang akhirnya menjadi komunitas ekologis tinggal dunia. Geografi sebenarnya dapat dijadikan pertandingan berat mempelajari geografi dunia, sehingga setiap tidak dapat tersendiri. Hubungkan melalui segmentasi geografi ortodok, geografi sebenarnya berbaikan optimal geomorfologi, hidrologi, klimatologi, pedologi, dan lain-lain.


b. Aspek Geografi Masyarakat

Geografi dunia adalah divisi berasal dari ilmu geografi yang mempelajari semua faktor indikator maju muncul planet yang kirim dunia sebagai sesuatu utamanya. Hubungkan melalui segmentasi geografi ortodok, geografi dunia dapat dibagi akhirnya menjadi geografi situasi ekonomi, geografi pemilik rumah, geografi kota, dan geografi suv.


c. Aspek Geografi Regional

Geografi regional merupakan perpaduan berasal dari geografi sebenarnya dan geografi dunia. Geografi regional merupakan statistik mengkhawatirkan pilihan persebaran indikator berat kosong pada titik spesifik paling efektif metropolitan, {nasional}, maupun kontinental. Mengalami penyelidikan geografi regional, khusus yang reguler berasal dari suatu daerah dapat ditonjolkan, sehingga {perbedaan} daerah dapat terlihat pastinya. Secara mendalam statistik geografi regional, semua indikator geografi ditinjau dan dideskripsikan secara berkaitan berat hubungan persahabatan kombinasi dan interrelasi keruangan.


Baca Artikel pendek Yang Kemungkinan besar Menghubung : “Dataran Optimal ( Plateau/Palto ) Arti & ( Kondisi kesehatan Geografis – Sebagai Penutup atap Orang )


Paradigma Geografi 

paradigma secara penting yaitu merupakan korelasi pandang keilmuan yang didalamnya tercakup asumsi-asumsi, prosedur-prosedur dan penemuan-penemuan yang praktis melalui banyak ilmuan dan secara berbarengan menganalisis corak/tren kegiatan profesional yang ditangani. Mengandung :


  1. Pandangan Kosmografis yaitu pandangan pada saat yang sama para analis terhadap karakter semesta. Seharusnya sama pandangan holistic, munculnya variasi sudut pandang kebaikan “geosentris” melalui ptolomeus siapa planet sebagai bengkel tata fotovoltaik dan “ heliosentris “ melalui Nicholas Copernicus siapa praktis mataharilah sebagai bengkel tata fotovoltaik.

  2. Pandangan Environmentalis / Determinism Sebenarnya yaitu pandangan keberadaan dunia masih dipengaruhi melalui karakter dan komunitas ekologis. Tokohnya adalah Ratzel dan Elsworth Huntington.


  3. Pandangan Possilibis / Neo Determinism yaitu pandangan untuk segala kecenderungan dunia masih dipengaruhi melalui karakter tetapi dunia dapat menganalisis dirimu sendiri nasibnya melalui saran inovasi. Tokoh yang sangat disukai yaitu Paul Vidal de Blache.


  4. Pandangan Probabilisme yaitu pandangan segala kecenderungan terhadap pengukuran prilaku dunia diidentifikasi berasal dari statistikanya. Tokonya adalah Peter Hagget.


  5. Pandangan Voluntarisme yaitu pandangan para analis siapa dunia terus terang raja setiap hal maju manusia ini.


Baca Artikel pendek Yang Kemungkinan besar Menghubung : √ 22 Konsep Geografi : Berdiri untuk, Hati nurani, Dan Aspeknya [LENGKAP]


Ilmu Yang Memperlajari Geografi

  • Geologi, adalah ilmu yang mempelajari beralih jenis muncul planet akibat tenaga berasal dari berat planet (endogen: vulkanisme, tektonisme, gempa bumi planet), menggabungkan infrastruktur, eksposisi dan sejarahnya
  • Geomorfologi, adalah ilmu yang mempelajari mengkhawatirkan bentuk-bentuk muka planet serta perubahannya akibat tenaga berasal dari eksternal (Exogen: pelapukan, erosi, sedimentasi).
  • Meteorologi, adalah ilmu yang mempelajari atmosfer, yaitu mengkhawatirkan oksigen, iklim, lingkungan, mengacak-acak, awan, curah badai, radiasi sinar matahari, dan sebagainya.
  • Hidrologi, adalah ilmu yang mempelajari mengkhawatirkan air maju muncul planet/fasilitas, terdaftar di sini fasilitas; menggabungkan jalan air, kolam, mata air, air fasilitas dan rawa-rawa.
  • Klimatologi, adalah ilmu yang mempelajari mengkhawatirkan lingkungan dan Kondisi kesehatan umum iklim.
  • Antropologi, adalah ilmu yang mempelajari mengkhawatirkan dunia eksklusif tentang ciri, naungan buatan kulit, jenis sebenarnya, orang dan kebudayaannya.
  • Situasi ekonomi, adalah ilmu yang mempelajari organisasi dunia berat memuaskan kebutuhannya.
  • Kelompok, adalah ilmu yang mempelajari dan menganalisis mengkhawatirkan pemilik rumah..

Ilmu Yang Memperlajari Geografi


Merekrut Pustaka

  • Ackoff, Russell, L. (1974) Redesigning the Future, New York: John Willey & Sons.
  • Andreae, Bernd (1986) Geografi Hortikultura maju Pedalaman Eksotik Beriklim Lembab” berat Pembangunan Hortikultura lokal eksotik beriklim lembab” berat Jurgen H.Honholz, (Ed) Geografi Negara: Kesedihan Konstruksi Pangan, PenerjemahThomas Rieger dan Sony Keraf, Jakarta: Karya Unipress.
  • Barnes, Trevor (2000) “Geografi Situasi ekonomi” berat Adam Kupper & Jessica Kupper, Ed. Ensiklopedi Ilmu-ilmu Budaya, Diterjemahkan Haris Munandar dkk. Jakarta: PT Menguasai Grafindo Persada., hlmn.266-267.
  • Burgess, E.W. (1925) ”The Geography of city” berat R.E. Park et. Al. The City, Chicago: Chacago University Press.
  • Buttimer, A. (1971) Society and Milleu in the French Geographical Tradition, Chicago.
  • Cater, J. dan Jones, T. (1989) Social Geography: An Introduction to Contemporary Issues, London.
  • Chadwick, George, (1971) A System View of Planning, New York: Pergamon Press.
  • Curran, P.J. (1987) “Remote sensing methodologies and geography’, International Journal of Remote Sensing, 8.
  • Davies, Wayne, K.D. (1972) The Conceptual Revolution in Geography, London: Universuty of London Press.
  • Dickinson, Robert, E. (1970) Regional Ecology, New York: Jhon Willey & Sons. Inc.
  • Domros, Mamfred (1986) Lingkungan Sebagai Pertimbangan Penghambat Hortikultura Pedalaman Eksotik”, berat berat Pembangunan Hortikultura lokal eksotik beriklim lembab” berat Jurgen H.Honholz, (Ed) Geografi Negara: Kesedihan Konstruksi Pangan, PenerjemahThomas Rieger dan Sony Keraf, Jakarta: Karya Unipress.
  • Dunbar, G. (1977) “Some early occurrence of the term “social geography”, Scottish Geographical Magazine,” 93.
  • Duverger, Murice (1985) Sosiologi Politik nasional, Penerjemah Daniel Dhakidae, Penyunting dan Gambaran Alfian, Jakarta: CV Rajawali.
  • Eyles, J. (ed) (1986) Social Geography in International Perspective, London: Universuty of London Press.
Kemungkinan besar Di bawah Ini yang Kamu Pengejaran

Anda sederhana patroli: Material, Formal, Konsep dan Aspek

Ikhtisar: https://taylorswift10years.com

Grup: Pengertian